Posts

Manusia dan kebudayaannya

Manusia dan Kebudayaannya Telah umum diketahui bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia. Dalam ajaran Hindu memiliki ada yang disebut dengan Sabda, Bayu dan Idep. Manusia adalah makhluk yang paling beruntung memiliki ketiganya dibandingkan dengan mahluk hidup yang lain. Seperti hewan memiliki sabda dan Bayu dan pada tumbuhan hanya memiliki satu saja yaitu Bayu. Bahkan manusia juga dimasukkan kedalam golongan mammalia atau binatang menyusui. Dari mammalia itu ada golongan yang tingkatnya lebih tinggi yang dibedakan menurut kecerdasan otaknya dan yang Iain-Iainnya. Dan' jenis mammalia seperti jenis kera atau manusia kera maka manusia adalah memiliki kecerdasan yang paling tinggi. bahkan sudah dapat berdiri tegak dengan dua kaki tanpa benumpu lagi dengan tangan, sehingga tangannya bisa bebas sekali dari penunjang badan dan tangannya menjadi alat umum untuk membantu segala gerak dan usahanya. Binatang bekerja dan berbuat menurut nalurinya saja, sedangkan manusia dapat berpikir ...

Pengertian Bhakti

☑ Pengertian Bhakti Bhakti berasal dari urat Bhaj (bahasa Sanskerta) yang berarti terkait Tuhan. Dari urat kata ini terbentuk kata Bhakti yang berarti kasih sayang demi kasih sayang kepada Tuhan. Juga dari urat kata Bhaj terbentuk kata Bhajan yang berarti: 1. Bhakti sepenuh hati 2. Bhakti sambil bernyanyi (nyanyiin Suci/kepada Tuhan) Ada beberapa kata yang bersinonim dengan kata Bhakti antara lain: prartha, sandya, arardhana, upayana, dhyana, puja, (nam) japa, stava, swadhayaya, stuti, bhajan, parama prema rupa. Menurut Rsi Naradha, ciri Bhakti dapat dipaparkan sebagai berikut: 1. Tidak mempunyai rasa takut 2. Paling mudah 3. (Merasa) aman 4. Meyakinkan 5. Mendapat hasil yang tercepat 6. Prihatin 7. Rendah hati Ketujuh ciri Bhakti tersebut terlihat semua dan sepenuhnya pada Bhakta seperti yang terlihat pada diri Prahlada, putra dari Hiranyakasipu. Prahlada sebagai seorang Bhakta tidak pernah merasa takut terhadap ancaman dan segala serangan maut yang dilancarkan ...

Peningkatan SDM Berdasarkan Veda Dalam Menghadapi Era Globalisasi

Menghadapi era globalisasi (elgo) kebanyakan anggota masyarakat berdebar-debar penuh tanda tanya, penuh kewaspadaan. Apa yang akan terjadi pada elgo nanti? Apa itu elgo? Bagaimana ciri-cirinya? Bagaimana dampak positif dan negatif yang di timbulkanya? Apakah usaha yang dapat dilakukan untuk memperkecil dan bila memungkinkan menghilangkan dampak negatif dari elgo iti sendiri? bagaimana pula cara meningkatkan sumber daya manusia (SDM) berdasarkan Pustaka Veda? Tentu masih banyak ada permasalahan dalam elgo itu. Namun dalam kesempatan analis permasalahan akan difokuskan pada tiga masalah yakni: Elgo dan ciri-cirinya Dampak Elgo Peningkatan SDM berdasar Veda Jmengantisipasi dampak Elgo itu. Analisis pemecahan masalah bersifat alternatif hipotesis yang tidak mungkin bisa menyeluruh dan tuntas. Cara pemecahan seperti itu ditempuh karena peristiwa eglo itu sendiri belum seluruhnya dijalani. Oleh karena itu, sangat wajar bila pemaparan berdiri pada sudut pandang tertentu, dari sudut pand...

Peningkatan SDM Berdasarkan Veda Dalam Menghadapi Era Globalisasi

Menghadapi era globalisasi (elgo) kebanyakan anggota masyarakat berdebar-debar penuh tanda tanya, penuh kewaspadaan. Apa yang akan terjadi pada elgo nanti? Apa itu elgo? Bagaimana ciri-cirinya? Bagaimana dampak positif dan negatif yang di timbulkanya? Apakah usaha yang dapat dilakukan untuk memperkecil dan bila memungkinkan menghilangkan dampak negatif dari elgo iti sendiri? bagaimana pula cara meningkatkan sumber daya manusia (SDM) berdasarkan Pustaka Veda? Tentu masih banyak ada permasalahan dalam elgo itu. Namun dalam kesempatan analis permasalahan akan difokuskan pada tiga masalah yakni: Elgo dan ciri-cirinya Dampak Elgo Peningkatan SDM berdasar Veda Jmengantisipasi dampak Elgo itu. Analisis pemecahan masalah bersifat alternatif hipotesis yang tidak mungkin bisa menyeluruh dan tuntas. Cara pemecahan seperti itu ditempuh karena peristiwa eglo itu sendiri belum seluruhnya dijalani. Oleh karena itu, sangat wajar bila pemaparan berdiri pada sudut pandang tertentu, dari sudut pand...

Makanlah sesudah beryadnya

DHARMA WACANA MAKANLAH SESUDAH BERYADNYA Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Dharma Wacana Disusun Oleh : I Gede Sudha DS0108028 SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU (STAH) DHARMA SENTANA SULAWESI TENGAH Palu     Desember 2009 Makanlah setelah beryadnya OM SWASTIASTU OM AWIGNAM ASTU NAMA SIDAM                        Inggih sane kapertame titiang ten lali antuk mangucapin angayu bagya sangkaning asung kertha warenugrahane Ide Sang Hyang Widhi Irage driki sareng sami ngemanggihen kerahayuan ngantos galah puniki preside ngelaksanayang swadharmaning suang – suang Umat sedharma Yang berbahagia …………..                        Dewasa mangkin titiang kari akeh ngemikolehen umat Hindu sareng sami sane durung ngalaksanayang ...